By economy.okezone |

Konsumsi Baja Indonesia Kalah Jauh dari Filipina hingga Korea Selatan

https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 04 320 2100562 konsumsi-baja-indonesia-kalah-jauh-dari-filipina-hingga-korea-selatan-K0koWufxgD.jpeg

JAKARTA - Tingkat konsumsi baja di Indonesia masih lebih rendah dari Malaysia dan Korea Selatan. Meski pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir terus digenjot.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, berdasarkan data tahun 2017, rata-rata konsumsi baja di Indonesia hanya 52 kilogram (kg) per kapita. Kalah dari kalah dari Filipina yang sebesar 94 kg per kapita, Thailand 239 kg per kapita, Malaysia 299 kg per kapita, Singapura 488 kg per kapita, dan Korea Selatan yang tertinggi dengan sebesar 1,1 ton per kapita.

Baca Juga: Industri Baja India Khawatir Dampak Perang Dagang AS-China

"Konsumsi baja kita sangat kecil dibandingkan negara lainnya," ujar dia dalam seminar terkait industri manufaktur dalam negeri di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

Krakatau Steel

Menurutnya, konsumsi baja di Indonesia yang rendah bisa mengindikasikan dua hal. Pertama terkait pembangunan infrastruktur yang mungkin belum mumpuni. Sebab pembangunan yang sebenarnya tak terlepas dari baja, namun kondisi konsumsi dalam negeri rendah.

Baca Juga: Perang Dagang II, China Balas Kenakan Tarif Impor USD60 Miliar untuk Produk AS

Kedua terkait kapasitas industrinya yang dimungkinkan belum baik. "Jadi bisa karena infrastrukturnya dan industrinya belum terlalu hebat. Padahal Kalau dua-duanya tinggi, ini pasti tinggi (konsumsi baja)," kata dia.